Letkol.Pnb."Pedet"Sudarman bersiap-siap di pesawat B-26 Invader ( M-262 ) " onward" saat akan bertugas dalam Operasi Dwikora.
Foto
Komandan pertama Skadron 2 "Kuda Sembrani"Kapten Udara Soedarjono
bersama Letnan Udara II Slamet Tjokrodirjo dalam suatu operasi militer.
Menurut
catatan Kapten Udara Soedarjono, saat awal pembentukan Skadron Udara 2
diperkuat banyak pesawat jenis Dakota.Catatannya, yaitu 16 unit C-47
merupakan pesawat bekas pakai Angkatan Udara Belanda, 22 unit bekas
pakai Angkatan Laut Belanda, serta sebuah DC-3 Dakota bernomor
regestrasi T-482 yang merupakan pesawat pengganti VT-CLA yang ditembak
jatuh Belanda pada 29 Juli 1947.
Penumpasan
DI/TII di Jawa Barat, PRRI Permesta di Sumatra juga Sulawesi, Kahar
Muzakar di Sulawesi Selatan, RMS di Maluku, TRIKORA dan DWIKORA semuanya
melibatkan pesawat angkut C-47 Skadron Udara 2.
Wing
011 Garuda. Linud angkutan bantuan ke Palembang.Ini salah satu
tugas yang pernah diemban oleh C-47 Dakota dan para Awak maskapai Garuda
dalam membantu Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dalam berbagai
operasinya seperti dalam peristiwa PRRI/Permesta, Operasi Trikora,
Operasi Dwikora, dan terakhir operasi Seroja di Timor-timur.
Era
50 hingga 60-an pasukan Linud kita akrab dengan pesawat angkut C-47
Dakota.Pesawat ini merupakan bagian dari kekuatan Skadron Udara 2.Selain
awak dari TNI AU pesawat tadi juga diterbangkan oleh Wing
Garuda.Mereka merupakan pilot-pilot Garuda yang direkrut
untuk menerbangkan pesawat angkut militer.Selain mengangkut barang,
tugas lainnya adalah menerjunkan pasukan.Salah satu diantara mereka,
adalah Alm Bpk Captain Pilot.Cartono Soedjatman yang juga Redaktur
Senior majalah Angkasa.
Salah
satunya saat beliau dan lima penerbang sipil lainnya yang direkrut AURI
untuk sebuah misi ke Lanud Palembang yang menurut kabar sudah dikepung
tentara separatis PRRI.
Ada
cerita menarik saat operasi ini, dimana saat akan mendarat di Lanud
Palembang diperkirakan pukul 04.00 dinihari, mereka disambut oleh cuaca
yang kurang ramah.Cuaca di Lanud berkabut tebal dengan jarak pandang
hanya 200-300 m.Dan pesawat hanya dilengkapi
dgn NDB (Radio Beacon), jadi merupakan masalah bagi pesawat yg akan
mendarat.Rata-rata pesawat sudah melakukan dua kali Instrument approach
namun selalu gagal. Akhirnya dengan mengunakan teknik Steep-Approach yg
diusulkan Capt.Rohim, seluruh pesawat akhirnya bisa mendarat dengan
selamat.Nah..disinilah kisah tersebut, ternyata deru pesawat yg
berputar-putar di salah artikan pemberontak dengan banyaknya pasukan
pusat yang mendarat di Lanud Palembang,Sepertinya terjadi Over Estimate
sehingga pasukan separatis mengundurkan diri tanpa terjadi suatu
Vuur-Contact.........padahal yang sebenarnya merupakan Missed Approach
dan Overshoot.
Dakota T-442 yang juga diikutsertakan dalam Operasi Trikora,
Foto
kenangan pesawat DC-3 Dakota yang merupakan bagian dari kekuatan
Skadron Udara 2 Angkut Sedang AURI di Lanud Halim Perdanakusuma.Kalau
melihat situasi di foto ini, sepertinya di ambil Lanud Astra Ksetra
Lampung, karena memang rute yang harus di singgahi pesawat-pesawat AU
sebagai DAUM Dinas Angkutan Udara Militer ke wilayah Sumatra. Rutenya adalah Lanud Halim, Bandara Branti/Raden Inten II, Lanud ATK, Lanud Palembang dst
Pengiriman
siswa ke India berlangung antara tahun 1960- 1965 terdiri dari enam
angkatan (batch),dibagi dua tempat.Pertama,di Number 1 Ground Training
School,Airforce Station Jalahalli East,Bangalore,Sekolahnya di Number 3
Ground Training School,berjarak tiga kilometer.Kedua,di Number 2 Ground
Training School,Airforce Station Tambaram,Madras.
Untuk
angkatan Nanggala 3 dan 4 tidak ada jurusan Photo Mechanicnya. Jurusan
lengkapnya : Sekolah yang ada di Jalahalli: Radar Mechanic,Radar
Operator,Radio Mechanic ( Wireless Operator Mechanic I ),Radio Operator (
Wirelles
Operator Mechanic II,Equipment Assistan ( Perbakalan)....Sekolah yang
ada di Tambaram terdiri: Flight Mechanic Engine ( motor ),Flight
Mechanic Airframe ( rangka pesawat ),Armourer ( senjata ),Motor
Transport Mechanic ( Montir Kendaraan ),Electrician ( Listrik
),Instrument,Photo Mechanic ( Pemotretan ).
Di
India para siswa hanya satu tahun,sesampainya di Tanah Air siswa
jurusan perbakalan mengikuti pendidikan lagi enam bulan.Lulus dari
Stuba,pangkatnya Sersan Udara II ( SU II ) atau Serda.
Gruman
Albatros PB-510 yang sama, yang sedang di kerumuni para anggota AURI di
pelataran parkir Lanud Halim Perdanakusuma, pada tahun 1961. Di foto
dari arah depan.
Gruman Albatros ini bisa dipasangi Bom dan Roket, tidak ketinggalan senapan mesin berat. Pesawat
Gruman Albatros ini disiapkan sebagai pesawat SAR dan menjadi salah
satu kekuatan Skadron Udara 5 Intai Taktis Wing Operasi 002, yang
berpangkalan di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Sebagian
siswa Stuba ( Sekolah Teknik Udara Bintara ) jurusan airframe (Flight Mechanic Airframe) foto
sejenak berlatar belakang pesawat Vampire di hanggar no.5 Trainning
Squadron,No.2 Ground Training School Airforce Station
Tambaran,Madras,India tahun 1961.Rombongan siswa ini juga lebih dikenal
dengan "Nanggala India".
MiG 15
Foto Daniel Alexander Maukar (kiri),instruktur Mesir dan salah satu rekan penerbang saat belajar menerbangkan MiG di Mesir.
AURI
mulai memperkuat diri dengan membeli MiG-17 yang datang sejak
1959 dengan jumlah total mencapai 65 unit. Bersama jajaran MiG-15, MiG-19
dan MiG-21, MiG-17 menjadi pencegat menakutkan bagi Belanda selama
kampanye Trikora.
Di Mesir inilah, secara resmi Dani dan rombongan calon penerbang MiG 17 AURI baru belajar menembakkan kanon dan roket.
Ketika
Perdana Menteri Nikita Kruschev berkunjung ke Indonesia, 27 November
1960, pesawatnya akan dikawal flight MiG-17 begitu memasuki ruang udara
Indonesia.Nama Dani masuk daftar penerbangnya.Last Minute usai
berkoordinasi dgn badan intelijen Rusia (KGB),
nama Dani dihapus oleh KGB." Berarti intel Rusia itu punya penciuman
yang kuat",ujar Nancy Maukar (adik Dani Maukar).Kunjungan ini tak sampai
sebulan sebelum kejadian.
Dari kiri ke kanan Ilyusin Il-28, MiG-17PF, MiG-17F
MiG-17PF ditinjau sama petinggi AURI
Para
teknisi AURI mendorong MiG-17 Fresco agar bisa masuk ke badan Hercules
AURI T1301 untuk digeser ke Pangkalan Udara AURI dalam rangka Operasi
Trikora.MiG-17 Fresco disiagakan di Pangkalan Udara Letfuan dan juga
Pangkalan Udara Morotai.
MiG-17 Fresco AURI sudah masuk ke dalam badan Hercules AURI T1301 dan siap mendukung Operasi Trikora.
MiG-21
Fishbed AURI saat disedang disiapkan di Kemayoran terlihat AURI
dalam menjalankan perawatannya masih di backup teknisi dari Uni Sovyet. Project Alutsista yang memang buru-buru menjadikan sarana dan prasarana AURI belum optimal, termasuk teknisi dan ground crew.
Ilyusin Il 28 Beagle
Para
penerbang Helikopter Mi-4 sedang menerima arahan dari Pimpinan AURI(
Bpk Srimuljono Herlambang ) dalam suatu kunjungan kerja, di depan Heli
Mil Mi-4 di Lanud Semplak, Bogor.
Helikopter
ini menjadi kekuatan udara AURI dan berada dalam naungan Skadron Udara 6
Lanud Semplak, Bogor.AURI diperkuat 41 heli Mil Mi-4 dalam tugas-tugas
militer yang diembannya.Khusus Skadron Udara 6 diisi heli-heli Blok
Timur.
Helikopter Mil Mi 4 ini kurang nyaman ruang cockpitnya dan olinya menetes dimana mana.
Salah satu helikopter Mi-4 yang dimiliki AURI terlihat sedang akan melakukan pendaratan.
Mil Mi 4 dengan para crewnya saat dinas di Kalimantan. Foto ini diambil saat mereka bertugas untuk pembuatan patok-patok perbatasan di Kalimantan, selain juga setelah itu pergi ke Irian jaya membuat patok-patok perbatasan disana
Nampak di foto M Jusuf, sebelahnya Solichin GP
Helikopter
Mi-4 milik AURI yang akan menerbangkan jenasah Kahar Muzakar saat
Operasi penumpasan Pemberontakan Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan dan
sekitarnya.
Heli Angkut Berat AURI dari Skadron 8, Pangkalan Udara Semplak, Bogor Mi-6 Hook
Saat
tiba untuk membawa jenasah Kahar Muzakar ini, heli Mi-4 AURI juga
membawa Komandan Batalyon 330 Yogie S Memet, Bpk.Solihin GP dan Pangdam
Hasanudin, Jenderal M.Yusuf yangselanjutnya sebelum dibawa ke sebuah
rumah sakit di Makassar, jasad Kahar Muzakar sempat diperlihatkan kepada
Masyarakat Sulawesi Selatan di Lapangan Karebossi, Makassar.
Sebuah
pesawat ringan jenis Austermark peninggalan ML/Angkatan Udara Belanda
yang di serahkan kepada Angkatan Udara Republik Indonesia,dengan
regestrasi R-70 ( R:Recce/Intai ) menyandang lambang Kwartir Nasional
Gerakan Pramuka di fuselage/badannya juga lambang tunas kelapa di
vertical wing nya.Pesawat ini di bawah kendali operasi Lanud Kalidjati (
Lanud Suryadarma ) di Subang,Jawa Barat.Untuk mendukung kegiatan
Pramuka Satuan Karya/SAKA Dirgantara
F-86
Avon Sabre yang dipakai Skadron Udara 14 bukanlah buatan atau produksi oleh pabrik North
American Aviation divisi Los Angeles dan Columbus,Ohio. Sabre milik kita adalah versi yang dibuat dibawah
lisensi oleh Commonwealth Aircraft Corporation ( CAC ) awal
tahun 1950.Oleh karena nya memiliki kode sendiri yaitu CAC Mk-32 F-86
Avon Sabre. Selain Indonesia (TNI AU) yang mendapat bantuan sebanyak
18 unit pesawat eks RAAF dan 16 yang bisa diterbangkan,Negara Malaysia
juga (TUDM) mendapat hibah sebanyak 18 unit juga. Dan pada bulan Juli
1976,Iima pesawat Sabre TUDM dihibahkan kpd TNI AU,karena kekuatan
Skadron Udara 11 TUDM yang menaunggi Sabrenya dipakai dan digantikan
pesawat F-5 A/B.
Saat masih memakai marking RAAF
Persiapan sebelum dihibahkan ke TNI AU
Persiapan sebelum dihibahkan ke TNI AU dalam Operasi Garuda Bangkit
Air
Patrol yang sedang dilaksanakan oleh pesawat Avon Sabre F-86 dari
Skadron 14 Buser, Fighter Wing 300 diatas langit Indonesia.
Latma kedua Skadron Udara 14 Sabre dengan sandi Elang Sebrang I bersama Royal New Zealand Air Force,tahun 1976.
Pesawat F-86 TNI AU melintas di atas Bandara Polonia Medan,
Minggu, 21 November 1976.
F-86 Avon Sabre TNI AU
Bronco
TNI AU pertama kali di operasikan oleh Skadron Udara 3 berkedudukan di
Lanud Abdulrahman Saleh,Malang mengantikan peran si "Cocor Merah" P-51D
Mustang.
Mantan
KSAU, Marsekal TNI Purn Herman Prayitno saat berpangkat Lettu Pnb saat
berpose disamping OV-10F Bronco pada tahun 1979 di Lanud Abdulrahman
Saleh, Malang.
Kelebihan
Bronco selain sebagai pesawat COIN adalah mampu dan bisa menerjunkan
pasukan Komando dari ruang belakang ekornya.Kemampuan ini di Asia baru
TNI AU yang mengujinya dan berhasil.Pertama kali di uji coba saat Latma
Elang Thainesia di Lanud Surattani,Thailand akhir tahun 80-an.
Jajaran
armada kuda liar OV-10F Bronco TNI AU saat masih menjadi kekuatan
Skadron Udara 3 dan melanjutkan tugas serta fungsi Pesawat Pemburu P-51
Mustang. OV-10F Bronco ber Homebase di Lanud Abdulrahman Saleh,
Malang, hingga selesai masa baktinya di tahun 2010.
OV 10 Bronco
Bronco
datang ke Indonesia pada tanggal 28 September 1976, dan langsung
diikutsertakan dalam Operasi Seroja di Timor- timur.Dari pengalaman
tempur ini, Bronco kita akhirnya dimodifikasi sesuai keperluan operasi
tempur di Timor-timur tersebut.Sebut saja
dengan menganti senjata mesinnya menjadi berkaliber 12.7 mm dan mampu
membawa bom keluaran Rusia yang memakai standar metrik.Total kita
memiliki 16 unit melengkapi Skadron Udara 3 Lanud ABD Saleh, Malang.
Data
Teknis OV-10F Bronco.
Mesin: T-76/G10 ( kiri ), T-76/G12 (
kanan).Panjang/ Lebar: 39,7/1,4 kaki.Berat Dasar: 7,902 Lbs.Berat Max:
14.000 Lbs.Kecepatan normal: 180 Kts.Kecepatan maks: 350 Kts.Lama
terbang: 2.30 jam tanpa tangki cadangan, 4.30 jam dengan tanki cadangan
Jenis BBM: Avigas, JP-4/ Jet-B, JP-5, JP-8, Jet-A, dan Jet- A1.
Kata
pak Herman Prayitno juga, ada dua mazhab diranah ini.Pertama, anggapan
yg mengatakan AU perlu pesawat COIN utk menghadapi insurjensi, dan
kedua, AU disiapakan utk menghadapi musuh dari luar. Tapi memang
dilapangan yg kita ketahui bersama, bahwa selama ini TNI AU hanya
dihadapkan kpd konflik-konflik di dlm negeri yg memang membutuhkan
pesawat COIN.
Disebutkan
pula, kekuatan udara Bronco saat melepaskan Roket FFAR Folding Fin Air
Rocket bukan diarahkan langsung kekonsentrasi musuh tapi ditembakkan
keperkubuan mereka yang berada di Goa-goa didaerah
pegunungan.....begitupula saat Pak Pedet Soedarman membantu PGT dalam
Operasi di Irian Barat yang dikejar OPM, tidak menembaki mereka secara sporadis
namun arah tembakan diarahkan kesekitar OPM yang langsung bubar
ketakutan.
Air
Refueling dua pesawat tempur A-4 Skyhawk asal Skadron 11 Lanud
Iswahjudi, Madiun melalui pesawat tanker Hercules TNI-AU A-1309.
Pesanan
TNI AU terdiri dari 31 A-4E ( single seat ) dan 2 TA-4H (dual
seat). Setibanya di Indonesia, modifikasi kecil dilakukan terhadap alat
komunikasi dan navigasi supaya sesuai dengan keadaan geografis dan standart
komunikasi pasukan ABRI kala itu. Setelah
sembilan kali pengapalan pesawat A-4 Skyhawk pada priode Mei 1980
hingga Agustus 1982 selesai, maka selanjutnya armada tempur A-4 Skyhawk
TNI AU mulai melakukan serangkaian kegiatan latihan di langit Indonesia,
termasuk kegiatan air-refueling ini.
TNI
AU juga butuh waktu utk menyiapkan dua pesawat tanker Hercules, yaitu:
Tanker A-1309 walau tanker asli namun perlu di refungsi-ulang sistem
air refuelingnya sementara A-1310 yg aslinya tak lain Kargo, perlu
modifikasi agar bisa jadi pesawat tanker.
Pada
bulan Februari 1984,A-4E melaksanakan pengisian bahan bakar malam hari
(Lanud Iswahjudi dlm-special training).Selanjutnya di bulan November
1987,lima pesawat single seat A-4E melakukan misi Long Range Mission,
dengan sasaran terletak di wilayah Timor-Timur.
Pesawat
A-4E TT-0409 adalah pesawat A-4E Skyhawk pertama milik TNI AU yang
jatuh di Baucau, usai melakukan strafing di Ambon saat pelaksanaan
Latihan Gabungan ABRI tahun 1981.Skyhawk ini datang ke Indonesia pada
tanggal 21 Desember 1980.
Skadron
Udara 12 resmi menjadi warga Riau tepatnya pada tanggal 28 Maret 1985
dengan ditandai Tepung Tawar oleh Gubernur Riau dan Pemuka Adat.
Dengan
datangnya Elang Angkasa A-4 Skyhawk masuk jajaran TNI Angkatan Udara
yang ber “HOME BASE” di Pangkalan TNI Angkatan Udara Iswahyudi Madiun
yang merupakan Pangkalan Utama jenis
pesawat tempur. Untuk efesiensi dalam pelaksanaan tugas, maka Elang
Angkasa A-4 Skyhawk yang saat ini sebagai kekuatan Skadron Udara 11.
Lalu dipecah menjadi 2 (dua) yaitu sebagian tetap di Skadron Udara 11
dan sebagian di Skadron Udara 12.
A-4E/F Skyhawk,Skadron 11 dan Skadron 12.
Dengan terbaginya dua Skadron Udara,
Skadron Udara 12 yang selama 14 tahun di non aktifkan, maka pada
tanggal 2 Mei 1983 Skadron Udara 12 diaktifkan kembali sebagai salah
satu kekuatan tempur TNI Angkatan Udara, dengan Komandan Skadron Letkol
Pnb Irawan Saleh.
Pada awalnya Skadron
12 berkedudukan di Kemayoran dengan pesawat MIG 19. Lalu pada tahun 1974 Skadron
12 dibekukan karena semua pesawat buatan Rusia di grounded, dan
diaktifkan kembali pada 1983 berdasarkan Skep Kasau Nomor Skep/12/V/1983
tanggal 2 Mei 1983 dengan pesawat A-4 Skyhawk dan berkedudukan di
Madiun. Pada tahun yang sama, berdasarkan Surat Keputusan Kasau Nomor
Kep/12/VII/1983 tanggal 5 Juli 1983, Skadron 12 dipindahkan ke Lanud
Pekanbaru (sekarang Roesmin Nuryadin).
Pelaksanaan
pemindahan dimulai tanggal 7 September 1983, didahului dengan
pemindahan 27 kepala keluarga dibawah komando Skadron Udara 12 Wing 300
saat itu, Letkol. Pnb Irawan Saleh, dibantu oleh Kadisops, Mayor Pnb
Hasnafie Asnan. | penempatan pun ditandai dengan ops boyong pada tgl 7
september 1983.
Dan
pada saat itulah Skadron Udara 12 siap mengemban tugas melaksanakan
operasi udara taktis, strategis, pertahanan udara terbatas dan visual
foto recce"
HS Hawk Mk 53 Skadik 103
Pesawat
Hawk Mk-53 yang menjadi sarana andal untuk melatih calon-calon
penerbang TNI AU sejak pesawat awal dasawarsa 1980-an dan menjadi
kekuatan Skadron Pendidikan 103 di Lanud Iswahyudi, Madiun.
Menguji
pesawat baru berikut senjatanya yang juga baru
dilakukan menggunakan
pesawat F-5.
Dalam hal ini, penembakan pertama rudal AIM-9 Sidewinder
pertama di TNI AU dilakukan oleh Letkol Pnb Suprihadi pada tanggal 3
November 1989 atau sembilan tahun setelah F-5 dioperasikan di TNI AU.
Kala itu, Suprihadi yang menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 14
terbang menggunakan F-5 kursi tunggal yang dilengkapi target simulasi
TDU-11 di sayap sebelah kiri dan rudal AIM-9 P-2 di sayap kanan.
Penembakan sasaran dilaksanakan di area latihan lepas Pantai Pacitan,
Jawa Timur. Direct hit! Sasaran tembak yang dilepas berhasil dihancurkan
oleh rudal Sidewinder.
Ini
sewaktu pertama kali mendarat di Indonesia. Coba lihat ada lambang
USAF di bagian belakang badannya.Pemerintah AS tidak menjamin
keselamatan dan Asuransi pesawat ini apabila dalam pengirimannya tidak
terdapat lambang USAF
Team
awal Elang Biru dan tiga pelatih yang didatangkan dari US Air
Force mereka adalah; Peter Abner McCaffry, Matthew " Birdman "
Byrd, dan Steve " Boss" Trent.
Guru
yang sengaja diundang dari ' Padepokan' Luke Arizona, sebenarnya hanya
dua.Tapi yang turun gunung tiga.Yang satunya? Datang atas biaya PACAF,
AU AS di Pasifik yang berkantor di Hawaii.Dia suhunya, Kolonel Steve
Trent, Inspektur Jenderal PACAF, mantan
Komandan Team Thunderbird tahun 1988-1990, mantan penerbang F-4 Phantom
yang belasan tahun berpengalaman di medan perang Vietnam.Ia juga mantan
komandan "Wolfoack", Wing tempur di Lanud Kunsan, Korea Selatan.
Dua
guru lainnya, Mayor Peter McCaffrey asal Fort Collins, Colorado, AS,
dan Kapten Matthew E.Byrd asal San Fransisco, California, AS.Keduanya
aktif sbg instruktrur Thunderbird di Luke Arizona, sejak
1992-1995.Mereka mantan penerbang A-10 Thunderbolt dan F-117 Nighthawk.
Kolonel
Steve' Boss 'Trent langsung menurunkan ilmu Leader nya kepada Letkol
Pnb Rodi ' Cobra ' Suprasodjo selanjutnya Elang Biru ditinggalkan
Sharky yang mendapat tugas belajar ke Australia.
F-16 B Fighting Falcon block-15 TNI AU dengan Camuflase pertama dan di
akui oleh Majalah Code One sebagai "the most attractive camouflage" F-16 di dunia.
(artikel
Angkasa ditahun 92 dan diulang setiap memuat artikel tentang kamuflase
F-16, kamuflase F-16 TNI AU dikatakan yang terbaik)
F-16A Fighting Falcon,Skadron 3 sedang tinggal landas
Camonya
diambil dari camo F-5E Tiger II skadron aggressor USAF yg dikenal sbg
"new blue" scheme... disini disebut "blue spot" scheme. Pattern
schemenyapun sama dengan F-5E/F Tiger II milik TNI AU.
Di tahun
1992 seluruh jajaran F-16 diseluruh dunia menarik sementara F-16 utk
tidak terbang, karena ada laporan mengenai 'crak'atau retakan di bagian
belakang pesawat yang akhirnya nyatanya tidak diketemukan.
F-16
adalah pesawat tempur kita yang melakukan uji penembakan Air to Groud
Missile AGM-65 Maverick dengan penerbang Letkol Pnb.M.Syaugi sebagai
eksekutor dan Pilot in Comand.
F-16
TNI AU dalam balutan livery Elang Biru saat melakukan patroli udara
bersama dengan kekuatan fighter yang dimiliki oleh Lanud
Iswahyudi,Madiun.
F-16 terlihat full armament.

AT-6G
Harvard TNI AU yang akan diterbangkan mantan ketua umum PSSI,Marsdya (
Pur ) Kardono yang juga mantan penerbang P-51D Mustang AURI bersama
Marsdya TNI Tamtama Adi 21 Mei 1999