Minggu, 07 Januari 2018

Kedatangan AH 64 E Apache Guardaian TNI AD

 Kedatangan AH 64 E Apache Guardaian TNI AD

 Salah satu pilot yang akan mengawaki helikopter serang AH 64 E Guardian TNI AD

Acara di Amerika Serikat daslam rangka persiapan pengiriman helikopter serang AH 64 E Guardian ke Indonesia

Helikopter AH-64 Apache milik TNI AD sudah tiba dari AS pada Selasa (19/12) kemarin dengan diangkut menggunakan pesawat Angkatan Udara AS.
"Hari ini tiba di Semarang. Infonya ada 3 Unit," kata Kapuskom Publik Kemhan, Brigjen Totok Sugiharto. Brigjen Totok menyatakan helikopter tersebut merupakan pemesanan sebelumnya sejumlah 8 unit. 

 AH 64 E Guardian saat masih di dalam pesawat
C-17 Globe Master sesaat sebelum diturunkan



Proses penurunan helikopter serang AH 64 E Guardian


Proses penurunan helikopter serang AH 64 E Guardian selanjutnya

Dari sumber lain menyebutkan bahwa "Tiga unit pertama dikirim dengan pesawat C-17 Globe Master tiba di Pangkalan Udara Utama TNI AD (Lanumad) Ahmad Yani tanggal 18 Desember 2017," ujar Wakil Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) Brigjen Eko. Eko juga menuturkan, tiga heli tersebut termasuk dalam program pembelian delapan unit melalui program Foreign Military Sales (FMS) untuk menjamin kesiapan alutsista secara maksimal. Pengiriman helikopter dilaksanakan dalam dua gelombang. Pengiriman tiga unit pertama dikirim dengan pesawat C-17 Globe Master. Kemudian, lima unit berikutnya dikirim dengan kapal laut dan diperkirakan tiba di Semarang pada Maret 2018.
Menurut Totok, helikopter itu akan digunakan Penerbangan TNI AD (Penerbad). Saat ini helikopter itu juga akan ditempatkan di Penerbad Ahmad Yani, Semarang.
"Heli nanti akan ditempatkan Penerbad Semarang," tutur dia.
Selanjutnya, helikopter yang sudah tiba di Semarang akan disiapkan untuk mendukung kesiapan operasional TNI AD. 





Komandan Puspenerbad Mayjend TNI Besar Harto Karyawan meninjau helikopter serang AH 64 E Guardian di Skuadron 11/Serbu di Lanud A Yani Semarang

"Pada fase awal, helikopter akan diuji kelaikudaraannya, setelah dinyatakan lulus kemudian akan dipakai untuk pelatihan penerbang dan semua awak pesawat," ucap Eko.
Pengumuman pembelian delapan helikopter Apache dilakukan pada tahun 2012 oleh Menteri Luar Negeri AS saat itu, Hillary Clinton, setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Washington pada 20 September 2012. Kontrak pengadaan mencapai 295,8 juta dollar AS. . Wamenhan saat itu Sjafrie Sjamsuddin mengatakan nantinya heli Apache itu juga sudah bisa digunakan untuk latihan perang operasi Garuda TNI AD.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar